Sabtu, 04 Juli 2009

'KING": Menang adalah bagaimana kita mengalahkan diri sendiri, menghargai pelatih, lawan, dan penoton

Panaaaaaaaaaaaasssssssssssss Jogja lagi panas banget..dan lihat itu dua gadis salah memilih jalan…dengan motor yang ukurannya tidak proporsional, nyelip-nyelip diantara bis trans jogja, kopata, sederetan mobil pribadi, dan motor lainnya……Ahayyyyyyyyyyy…..malah salah tujuan…katanya mau ke 21 kenapa sekarang ada di parkiran XXi yang juga uda berjubel mobil……ya Ampun pake salah masuk jugak…salah pintu..Hahay ada bapak petugas parkir yang terhormat mendatangi dan memberi peringatan…dan lihat itu…mereka malah kabur dari pintu masuk…Dua gadis muda yang sangat “anak muda”…Hahahaha…maap ya…

Horeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee……….!!!!AmpLaz..we’re coming… ^-----^

Tapi setelah didepan loket..duhai mbak yang ayu itu memaksa kami mengeluarkan 50ribu karena ternyata promo mand*** tiada berlaku disini…Ahay…ini buat film domeeeeeeeeeee dan harus 50ribu…Tapi mau bagaimana lagiiiiiiiii terpaksa karena sudah berpeluh maka dibayarlah itu tiket 25 ribu untuk film “KING” dengan sumpah serapah “awas nanti kalo gag bagus..muka mbak2 loketnya berubah jadi labu” (*btw..bisa gitu jadi labu…kenapa gag jadi melon ajah..yang seger buat panas2 gini :D)

Dan menontonlah kami..dalam kemiskinan yang tiada taraaaa.....T.T

Film garapan sejoli Sihasale ini mengangkat cerita (nyata) tentang Guntur yang menggilai badminton karena setiap hari memang dicekoki badminton oleh bapaknya (Mamiek Srimulat). Guntur yang badminton lover itu juga berteman dengan Raden yang terobsesi menjadi asistennya dan bertetangga dengan mas Raino yang jugak jago maen badminton didesanya. Konon begitulah si King yang melegenda itu memulai dunia ke-badmintonannya

Wuih…saya salut dengan orang2 yang ada disekitar guntur untuk selalu mendukung guntur dengan segala cara-segala cara-sungguh segala cara tanpa memperhitungkan kehalalan cara nya. Hehehe…anak2 lucu yang mencuri senar untuk raket..dari mulai senar balon sampai senar gitar.. Ya Ampun… :D

Tapi itulah perjuangan…

Menang adalah bagaimana kita mengalahkan diri sendiri, menghargai pelatih, lawan, dan penoton. Dalam hidup, menang adalah bagaimana kita harus mengalahkan diri kita untuk teguh berpikiran positif mencurahkan tenaga, hati, pikiran, dan keikhlasan untuk memperjuangkan mimpi kita sekaligus mengikhlaskannya kepada kehendak Tuhan YME. Menang adalah menghargai orang tua yang telah memberikan hari-hari –dan semua yang mereka punya- untuk melatih kita menjadi “juara” dalam setiap pertandingan kehidupan..menghargai lawan kita-teman, sobat, orang yang kita benci, siapa saja yang sama2 manusia- untuk berlomba menuju surgaNya.

Aih..aih…saya berlinang air mata mengingat betapa orang tua saya berjuang untuk menuruti cita-cita saya yang tidak tau diri ini..tapi mau bagaimana lagi..mereka yang melatih saya untuk bermimpi tinggi dan mencari cara untuk sampai disana-ditempat yang tinggi-yang saya cita-citakan itu.

Dan itu lihat saya yang berusaha keras menghentikan tangis teringat teman es-em-pe saya, teman sekelas saya, teman seperjuangan saya, lawan saya, BS (aduh pake inisial ya..padahal mungkin orangnya ndak keberatan kalo namanya disebut..dia sangat narsis..tapi biarlah demi etika persahabatan dan persaingan, saya pakai nama inisial sajah). BS yang dari desa nun jauh di padang ratu, daerah antah berantah di Bumi Ruwai Jurai itu, berjuang lebih keras dari saya. Karena bapaknya bukan pegawai negeri yang bisa menggadaikan SK nya untuk dapat duit. Duit untuk menyekolahkan anaknya. Karena bapaknya tidak punya sawah luas untuk dijual supaya dapat uang. Uang untuk membiayai anaknya sekolah. Hal itu lah yang membuatnya sulit melanjutkan sekolah, baik dari SMP ke SMA maupun SMA ke kuliah. Maka itulah si BS sejak sepuluh tahun yang lalu, berjuang mendapatkan nilai terbaik dalam keterbatasannya, agar dia bisa membalas jasa kakaknya yang bekerja keras di ibukota demi sekolahnya, dan ahay tentu saja demi bapak dan ibu tercinta yang membuatnya lahir ke dunia ini.

Sungguh, dia adalah simbol kesederhanaan di kelas kami. Lihat itu, dia bangga sekali ketika kami-teman sekelasnya termasuk saya- mengangkatnya menjadi ketua kelas. Duhai…dia amanah sekali dengan jabatan itu. Disuruhnya teman2 supaya tidak gaduh, supaya rajin piket, supaya kami tidak membuat “masalah” dengan ibu-ibu guru kami yang “keras” itu. Dan itu lihat dia memberi semangat pada kami-teman sekelasnya- yang akan berlomba Chearleader dalam bungkusan jilbab-yang mana saat itu adalah hal yang aneh.

Ahay dia lah yang selalu bersemangat dengan sepedanya yang entah punya siapa bahkan buruk rupa itu. Ahay..dialah yang kemudian “numpang” dirumah dokter kaya supaya bisa sekolah SMA. Dia tetaplah dia…dia bukan sekedar “numpang”, dia menjadi pekerja disitu..semacam “pembantu”. Wahai bapak dokter yang kaya raya, sadarkah anda, teman saya yang bekerja disitu adalah laki-laki cerdas dan pekerja keras?

Hidup untuknya adalah “bersenang-senang”…bahkan ketika kecerdasan dan doanya menunda keinginan untuk kuliah di ITB. Senyumnya yang sombong itu tetap bersemanyam di wajahnya. Dan benar saja Tuhan tidak menganulir cita-citanya, DIA hanya menunda selama 366 hari. Dia bersekolah di ITB tanpa persiapan biaya yang cukup. Menggelandang di kota besar seperti Bandung tetap membuatnya tersenyum dalam keangkuhannya. Dan beberapa minggu yang lalu, itu sms nya masuk, mengabarkan sidang pendadaran, meminta doa dan dukungan. Duhai teman…tanpa kamu minta pun kami selalu berdoa untukmu..lega rasanya melihatmu menyelesaikan kuliahmu...dan bersiap meperbaiki nasibmu, membayar pengorbanan kakakmu, dokter kaya itu, bapak-ibumu, dan itu adikmu yang sangat cantik.

Teman….kelulusanmu itu laksana buah yang bisa kamu petik setelah kerja kerasmu.. Mimpi memang bahan bakar yang tiada habisnya mentenagai hidup kita…:D

Alhamdulillah kita masih beruntung tidak harus menggadaikan mimpi kita, seperti Lintang di laskar pelangi.

Dan untuk anda…adakah anda sedang kehabisan tenaga berlari mengejar mimpi???berhenti sejenak saja…lihat hatimu…ketika kamu menemukan iman kepadaNYA…jangan khawatir..tugas kita meneruskan usaha kita dengan lebih tenang dan fokus..karena Allah akan memberi pertolongan sehingga kita akan mengizinkan segala keinginan dalam hidup kita hadir dengan lebih mudah dan menyenangkan…:D (*bukan begitu bang Erbe Sentanu- maaf, padahal bang Erbe ndak pernah kenal saya, saya sok kenal tapi gag sok akrab kuk:D)

Semangat meraih mimpi….

“Dan bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu”-Arai-

3 komentar:

  1. Hmmm,,,

    The KING ya,, kemaren ane diajak nonton sama temen, tapi sayang belum ada dana..hehhe
    bagus juga ceritanya ban,,,
    cuman, yang komen kok belum ada ya??
    hahahaha,,,ane juga tau dari kamu..hehe
    tapi ga pa2, udah bagus kok

    hasil kerja dan usaha bukan untuk dipamerkan, namun untuk bahan evaluasi diri sejauh mana kualitas kita dan bagaimana kita akan meningkatkannya di hari depan...

    SALAM SUKSES SELALU,SELAMAT BERJUANG!!

    BalasHapus
  2. yah... ternyata kakak bukan yg pertama ngasih komen... ;p
    you go girl...
    akhirnya adekku sayang ini mnuliskan juga kisahnya diblog...
    insya4wl inspiring... :)

    BalasHapus
  3. *nyasar dari keliling-keliling blogwalking*
    *mbaca*
    *berkaca-kaca*
    sroooot....

    bagus...

    BalasHapus