Panaaaaaaaaaaaasssssssssssss Jogja lagi panas banget..dan lihat itu dua gadis salah memilih jalan…dengan motor yang ukurannya tidak proporsional, nyelip-nyelip diantara bis trans jogja, kopata, sederetan mobil pribadi, dan motor lainnya……Ahayyyyyyyyyyy…..malah salah tujuan…katanya mau ke 21 kenapa sekarang ada di parkiran XXi yang juga uda berjubel mobil……ya Ampun pake salah masuk jugak…salah pintu..Hahay ada bapak petugas parkir yang terhormat mendatangi dan memberi peringatan…dan lihat itu…mereka malah kabur dari pintu masuk…Dua gadis muda yang sangat “anak muda”…Hahahaha…maap ya…
Horeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee……….!!!!AmpLaz..we’re coming… ^-----^
Tapi setelah didepan loket..duhai mbak yang ayu itu memaksa kami mengeluarkan 50ribu karena ternyata promo mand*** tiada berlaku disini…Ahay…ini buat film domeeeeeeeeeee dan harus 50ribu…Tapi mau bagaimana lagiiiiiiiii terpaksa karena sudah berpeluh maka dibayarlah itu tiket 25 ribu untuk film “KING” dengan sumpah serapah “awas nanti kalo gag bagus..muka mbak2 loketnya berubah jadi labu” (*btw..bisa gitu jadi labu…kenapa gag jadi melon ajah..yang seger buat panas2 gini :D)
Film garapan sejoli Sihasale ini mengangkat cerita (nyata) tentang
Wuih…saya salut dengan orang2 yang ada disekitar
Tapi itulah perjuangan…
Menang adalah bagaimana kita mengalahkan diri sendiri, menghargai pelatih, lawan, dan penoton. Dalam hidup, menang adalah bagaimana kita harus mengalahkan diri kita untuk teguh berpikiran positif mencurahkan tenaga, hati, pikiran, dan keikhlasan untuk memperjuangkan mimpi kita sekaligus mengikhlaskannya kepada kehendak Tuhan YME. Menang adalah menghargai orang tua yang telah memberikan hari-hari –dan semua yang mereka punya- untuk melatih kita menjadi “juara” dalam setiap pertandingan kehidupan..menghargai lawan kita-teman, sobat, orang yang kita benci, siapa saja yang sama2 manusia- untuk berlomba menuju surgaNya.
Aih..aih…saya berlinang air mata mengingat betapa orang tua saya berjuang untuk menuruti cita-cita saya yang tidak tau diri ini..tapi mau bagaimana lagi..mereka yang melatih saya untuk bermimpi tinggi dan mencari cara untuk sampai disana-ditempat yang tinggi-yang saya cita-citakan itu.
Dan itu lihat saya yang berusaha keras menghentikan tangis teringat teman es-em-pe saya, teman sekelas saya, teman seperjuangan saya, lawan saya, BS (aduh pake inisial ya..padahal mungkin orangnya ndak keberatan kalo namanya disebut..dia sangat narsis..tapi biarlah demi etika persahabatan dan persaingan, saya pakai nama inisial sajah). BS yang dari desa nun jauh di
Sungguh, dia adalah simbol kesederhanaan di kelas kami. Lihat itu, dia bangga sekali ketika kami-teman sekelasnya termasuk saya- mengangkatnya menjadi ketua kelas. Duhai…dia amanah sekali dengan jabatan itu. Disuruhnya teman2 supaya tidak gaduh, supaya rajin piket, supaya kami tidak membuat “masalah” dengan ibu-ibu guru kami yang “keras” itu. Dan itu lihat dia memberi semangat pada kami-teman sekelasnya- yang akan berlomba Chearleader dalam bungkusan jilbab-yang mana saat itu adalah hal yang aneh.
Ahay dia lah yang selalu bersemangat dengan sepedanya yang entah punya siapa bahkan buruk rupa itu. Ahay..dialah yang kemudian “numpang” dirumah dokter kaya supaya bisa sekolah SMA. Dia tetaplah dia…dia bukan sekedar “numpang”, dia menjadi pekerja disitu..semacam “pembantu”. Wahai bapak dokter yang kaya raya, sadarkah anda, teman saya yang bekerja disitu adalah laki-laki cerdas dan pekerja keras?
Hidup untuknya adalah “bersenang-senang”…bahkan ketika kecerdasan dan doanya menunda keinginan untuk kuliah di ITB. Senyumnya yang sombong itu tetap bersemanyam di wajahnya. Dan benar saja Tuhan tidak menganulir cita-citanya, DIA hanya menunda selama 366 hari. Dia bersekolah di ITB tanpa persiapan biaya yang cukup. Menggelandang di
Teman….kelulusanmu itu laksana buah yang bisa kamu petik setelah kerja kerasmu.. Mimpi memang bahan bakar yang tiada habisnya mentenagai hidup kita…:D
Alhamdulillah kita masih beruntung tidak harus menggadaikan mimpi kita, seperti Lintang di laskar pelangi.
Dan untuk anda…adakah anda sedang kehabisan tenaga berlari mengejar mimpi???berhenti sejenak saja…lihat hatimu…ketika kamu menemukan iman kepadaNYA…jangan khawatir..tugas kita meneruskan usaha kita dengan lebih tenang dan fokus..karena Allah akan memberi pertolongan sehingga kita akan mengizinkan segala keinginan dalam hidup kita hadir dengan lebih mudah dan menyenangkan…:D (*bukan begitu bang Erbe Sentanu- maaf, padahal bang Erbe ndak pernah kenal saya, saya sok kenal tapi gag sok akrab kuk:D)
Semangat meraih mimpi….
“Dan bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu”-Arai-
